{"id":946,"date":"2026-06-16T02:20:47","date_gmt":"2026-06-16T02:20:47","guid":{"rendered":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/?p=946"},"modified":"2026-06-16T02:20:47","modified_gmt":"2026-06-16T02:20:47","slug":"resep-dendeng-balado-cara-membuat-hidangan-pedas-yang-menggugah-selera","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/resep-dendeng-balado-cara-membuat-hidangan-pedas-yang-menggugah-selera\/","title":{"rendered":"Resep Dendeng Balado: Cara Membuat Hidangan Pedas yang Menggugah Selera"},"content":{"rendered":"<h1>Resep Dendeng Balado: Cara Membuat Hidangan Pedas yang Menggugah Selera<\/h1>\n<p>Dendeng Balado merupakan salah satu hidangan khas Minangkabau yang telah memikat hati banyak pecinta makanan pedas di Indonesia. Hidangan ini terkenal dengan daging sapi yang digoreng hingga kering dan disajikan dengan sambal balado pedas yang menggugah selera. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang resep dan cara membuat dendeng balado yang nikmat. Untuk memastikan artikel ini mudah dibaca dan SEO-optimal, kami akan membagi informasi menjadi beberapa bagian dengan judul yang jelas.<\/p>\n<h2>Apa Itu Dendeng Balado?<\/h2>\n<p>Dendeng Balado adalah masakan khas dari Sumatera Barat, dikenal dengan kombinasi daging sapi yang digoreng kering dan sambal balado yang pedas. Nama &#8216;dendeng&#8217; merujuk pada daging yang diolah hingga kering, sementara &#8216;balado&#8217; adalah teknik memasak khas Minang yang mengacu pada sambal merah dengan bumbu dasar cabai merah yang digiling kasar bersama bawang merah dan tomat. Hidangan ini cocok disantap dengan nasi putih hangat.<\/p>\n<h2>Bahan-Bahan untuk Membuat Dendeng Balado<\/h2>\n<p>Sebelum mengolah dendeng balado, persiapkan terlebih dahulu bahan-bahan yang diperlukan. Berikut adalah bahan-bahan utama yang Anda butuhkan:<\/p>\n<h3>Bahan Utama:<\/h3>\n<ul>\n<li>500 gram daging sapi (has dalam\/bagian sengkel)<\/li>\n<li>200 ml air kelapa (untuk merebus)<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bumbu Rebus:<\/h3>\n<ul>\n<li>3 lembar daun salam<\/li>\n<li>3 lembar daun jeruk, buang tulang tengahnya<\/li>\n<li>2 batang serai, memarkan<\/li>\n<li>1 sdt garam<\/li>\n<li>1 sdt gula merah<\/li>\n<li>1 sdt asam jawa, larutkan dengan sedikit air<\/li>\n<\/ul>\n<h3>Bahan Sambal Balado:<\/h3>\n<ul>\n<li>10 buah cabai merah besar, buang bijinya<\/li>\n<li>5 buah cabai merah keriting<\/li>\n<li>8 siung bawang merah<\/li>\n<li>3 siung bawang putih<\/li>\n<li>2 buah tomat merah, potong-potong<\/li>\n<li>1 sdt air jeruk nipis<\/li>\n<li>1 sdt gula pasir<\/li>\n<li>Garam secukupnya<\/li>\n<li>Minyak goreng secukupnya<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Cara Membuat Dendeng Balado<\/h2>\n<h3>Langkah 1: Menyiapkan Daging<\/h3>\n<ol>\n<li>Potong daging sapi menjadi irisan tipis melawan serat agar bumbu meresap sempurna dan tekstur lembut.<\/li>\n<li>Rebus daging dalam air kelapa bersama bumbu rebus hingga empuk. Proses ini tidak hanya melembutkan daging tetapi juga memberikan rasa gurih alami.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 2: Menggoreng Daging<\/h3>\n<ol>\n<li>Angkat dan tiriskan daging dari rebusan. Biarkan dingin.<\/li>\n<li>Setelah itu, pukul-pukul daging menggunakan pemukul daging hingga pipih.<\/li>\n<li>Panaskan minyak dalam wajan dan goreng daging sampai kering dan kecokelatan. Angkat dan tiriskan kelebihan minyak.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 3: Membuat Sambal Balado<\/h3>\n<ol>\n<li>Haluskan cabai merah besar, cabai merah keriting, bawang merah, bawang putih, dan tomat menggunakan blender atau ulek secara tradisional jika ingin tekstur lebih kasar.<\/li>\n<li>Tumis bumbu halus dengan sedikit minyak hingga harum dan matang.<\/li>\n<li>Tambahkan air jeruk nipis, garam, dan gula pasir. Aduk rata dan masak hingga bumbu mengental.<\/li>\n<\/ol>\n<h3>Langkah 4: Penyajian<\/h3>\n<ol>\n<li>Campurkan daging dengan sambal balado hingga seluruh permukaan daging terlapisi bumbu dengan merata.<\/li>\n<li>Sajikan dendeng balado bersama nasi putih hangat dan lalapan segar seperti daun singkong atau mentimun.<\/li>\n<\/ol>\n<h2>Tips untuk Dendeng Balado yang Sempurna<\/h2>\n<ul>\n<li><strong>Pemilihan Daging:<\/strong> Pilih daging sapi segar dari bagian yang tidak terlalu berlemak agar dendeng kering dan renyah.<\/li>\n<li><strong>Teknik Penggorengan:<\/strong> Pastikan minyak sudah benar-benar panas sebelum menggoreng daging, agar daging tidak menyerap terlalu banyak minyak dan teksturnya garing.<\/li>\n<li><strong>Keseimbangan Rasa:<\/strong> Sesuaikan tingkat kepedasan sesuai selera dengan menambah atau mengurangi jumlah cabai.<\/li>\n<\/ul>\n<h2>Manfaat Konsumsi Dendeng Balado<\/h2>\n<p>Selain kelezatannya, dendeng balado juga kaya akan protein dari daging sapi dan rempah yang baik untuk kesehatan. Cabai mengandung<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Resep Dendeng Balado: Cara Membuat Hidangan Pedas yang Menggugah Selera Dendeng Balado merupakan salah satu hidangan khas Minangkabau yang telah memikat hati banyak pecinta makanan pedas di Indonesia. Hidangan ini terkenal dengan daging sapi yang digoreng hingga kering dan disajikan dengan sambal balado pedas yang menggugah selera. Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang resep &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[477],"class_list":["post-946","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","tag-resep-dendeng-balado"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/946","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=946"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/946\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":948,"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/946\/revisions\/948"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=946"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=946"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ayampenyetmasjoko.id\/berita\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=946"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}